Perubahan Iklim dan Dampaknya terhadap Industri Pariwisata 2025
Cuaca Ekstrem Ubah Wajah Destinasi Wisata
Tahun 2025 membawa tantangan besar bagi dunia pariwisata. Perubahan iklim membuat cuaca makin sulit diprediksi dari gelombang panas ekstrem di Eropa, banjir di Asia Tenggara, hingga kebakaran hutan di Australia. Akibatnya, banyak destinasi populer mengalami penurunan kunjungan karena faktor keamanan dan kenyamanan wisatawan.
Ekowisata Jadi Alternatif Populer
Sebagai respon terhadap krisis iklim, tren sustainable tourism atau ekowisata meningkat pesat. Wisatawan kini lebih sadar dampak perjalanan mereka terhadap lingkungan. Banyak yang beralih ke destinasi ramah lingkungan seperti taman nasional, desa wisata hijau, dan pengalaman budaya lokal yang minim jejak karbon.
Transformasi Digital dalam Pariwisata
Teknologi membantu industri ini beradaptasi. Aplikasi cuaca berbasis AI, sistem reservasi fleksibel, hingga virtual tourism mulai banyak digunakan. Dengan tur digital berbasis VR, orang bisa “mengunjungi” lokasi wisata tanpa harus terbang jauh — mengurangi emisi karbon dan biaya perjalanan.
Tantangan bagi Negara Berkembang
Negara-negara yang bergantung pada pariwisata seperti Indonesia, Thailand, dan Maladewa menghadapi dilema besar. Di satu sisi, sektor pariwisata menjadi penggerak ekonomi. Tapi di sisi lain, mereka harus beradaptasi dengan risiko iklim yang meningkat, seperti naiknya permukaan laut dan rusaknya ekosistem laut.
Solusi dan Harapan
Banyak negara kini mulai menerapkan kebijakan green tourism. Contohnya, pembatasan jumlah wisatawan di kawasan sensitif, promosi transportasi ramah lingkungan, serta edukasi wisata berkelanjutan. Dengan kolaborasi antara pemerintah, industri, dan wisatawan, pariwisata berkelanjutan bukan sekadar tren — tapi keharusan untuk masa depan bumi.
Referensi
-
United Nations World Tourism Organization (UNWTO) (2025). Climate Change and Tourism Report.
-
National Geographic (2025). Travel in a Warming World.
-
World Economic Forum (2025). Sustainable Travel & Green Tourism Outlook.
-
Kompas.com (2025). “Dampak Perubahan Iklim terhadap Sektor Pariwisata di Asia Tenggara”.
