Image

Profesional & Pekerja di Abad ke-21: Menyesuaikan Diri dengan Era Canggih

Menjadi Profesional di Zaman AI & Otomatisasi

Generative AI kini mulai mengambil alih tugas rutin, seperti menulis draf, mengolah data sederhana, hingga membuat konten kreatif dasar. (Studi “Generative AI & Changing Work” menemukan pekerja delegasikan tugas‐tugas rutin ke AI, lalu mengawasi hasilnya).
Profesional masa kini harus bisa berkolaborasi dengan AI, bukan disingkirkan olehnya. Keterampilan yang dibutuhkan: prompt engineering, evaluasi output AI, dan menjaga akurasi & etika penggunaan AI.



Tren Pekerjaan & Keterampilan Tahun 2025

Menurut laporan The Future of Jobs Report 2025 oleh WEF, keterampilan seperti berpikir analitis, ketahanan (resilience), fleksibilitas, literasi teknologi, dan kepemimpinan akan semakin dicari.
Di ranah organisasi, Gartner mencatat tren “employee well-being & engagement”, “diversity, equity & inclusion”, dan teknologi sebagai pendorong utama model kerja baru.
Selain itu, dari 9 Trends That Will Shape Work in 2025 di Harvard Business Review, tren seperti “loneliness reshaping workplace”, “AI changing struktur kerja”, dan kolaborasi jarak jauh jadi sorotan utama.



Profesionalisme yang Berevolusi

Profesionalisme dulu banyak diasosiasikan dengan pakaian formal, etika baku, dan aturan kaku. Kini, profesionalisme berevolusi: menjadi belter (behavior + values + adaptability).
Profesionalisme kini juga soal integritas, tanggung jawab, dan relevansi di tengah dinamika ekonomi global. MindTools menekankan bahwa profesionalisme modern juga menekankan perilaku nyata — hormat, konsistensi, komitmen, dan keterampilan sosial.



Tantangan & Dilema

  • Identitas pekerjaan & peran kabur: Saat AI ikut campur dalam pengambilan keputusan, batas “apa tugas manusia” semakin tipis.

  • Keterasingan & kesepian: Pekerja remote/hibrid sering merasa terisolasi — banyak perusahaan mulai melihat loneliness sebagai risiko bisnis.

  • Tekanan performa & burnout: Harapan tinggi dan beban multitugas bisa merusak keseimbangan mental dan fisik.



Strategi Agar Tetap Relevan & Profesional

  1. Upskilling & reskilling terus-menerus — belajar tentang AI, teknologi baru, serta soft skills penting.

  2. Job crafting & redefinisi peran — pekerja harus aktif menata ulang tanggung jawab agar sesuai kemampuan dan perubahan lingkungan.

  3. Menjaga well-being & batasan kerja — penting menetapkan jam kerja & me-disconnect agar tidak overwork.

  4. Etika & tanggung jawab sosial — di tengah kecepatan teknologi, profesional harus punya kerangka moral agar tak “tersesat” saat berinovasi.




Referensi

  1. Harvard Law School Center on the Legal Profession. Professionalism in the 21st Century.
    https://clp.law.harvard.edu/article/professionalism-in-the-21st-century

  2. World Economic Forum. The Future of Jobs Report 2025.
    https://www.weforum.org/publications/the-future-of-jobs-report-2025/digest

  3. Gartner. Future of Work Trends.
    https://www.gartner.com/en/articles/future-of-work-trends

  4. Harvard Business Review. 9 Trends That Will Shape Work in 2025 and Beyond.
    https://hbr.org/2025/01/9-trends-that-will-shape-work-in-2025-and-beyond

  5. MindTools. Professionalism: Develop Behaviors that Exude Integrity and Excellence.
    https://www.mindtools.com/av44li2/professionalism

  6. Arxiv.org. Generative AI & Changing Work (2025).
    https://arxiv.org/abs/2502.08854

Loader GIF