Tren Lingkungan 2025: Revolusi Energi Terbarukan dan Perubahan Gaya Hidup Hijau
Energi Terbarukan Jadi Mainstream
Tahun 2025 jadi titik penting dalam transisi global menuju energi bersih. Tenaga surya, angin, dan hidro semakin terjangkau dan mulai menggantikan bahan bakar fosil. Negara-negara maju bahkan menargetkan 50–70% energi listrik dari sumber terbarukan. Tren ini juga merembet ke negara berkembang, termasuk Indonesia, dengan semakin banyaknya proyek PLTS atap dan mobil listrik.
Peran Generasi Muda dalam Green Lifestyle
Generasi Z dan milenial kini jadi penggerak utama gaya hidup ramah lingkungan. Mulai dari memilih transportasi publik atau kendaraan listrik, mengurangi fast fashion, sampai mendukung brand yang menerapkan prinsip sustainability. Mereka tidak hanya konsumen, tapi juga menjadi agen perubahan dengan kampanye sosial dan bisnis ramah lingkungan.
Teknologi Hijau yang Makin Populer
Green tech makin populer di 2025. Contohnya, smart home dengan sistem hemat energi, pengelolaan limbah berbasis AI, dan inovasi daur ulang plastik menjadi bahan bangunan. Inovasi ini membuka peluang bisnis baru sekaligus menjawab tantangan krisis iklim.
Tantangan: Greenwashing dan Aksesibilitas
Meski tren ini positif, tantangan besar tetap ada. Banyak perusahaan masih melakukan greenwashing (hanya klaim hijau tanpa aksi nyata). Selain itu, akses terhadap teknologi hijau belum merata karena harga yang masih tinggi. Dibutuhkan regulasi ketat dan kolaborasi semua pihak agar perubahan benar-benar berdampak.
Referensi
-
United Nations Environment Programme (2025). Global Environment Outlook.
-
International Energy Agency (IEA). World Energy Outlook 2025.
-
World Economic Forum (2025). Future of Energy and Sustainability Report.
-
Kompas.com (2025). “Transisi Energi dan Tren Gaya Hidup Hijau di Indonesia”.
